KEMBALI KE BASIS PEMBINAAN DASAR SEPAKBOLA

Mengingat persepakbolaan kita saat ini masih memperihatinkan dimana prestasi Kesebelasan Nasional belum menampakan pretasi diajang internasional, jangankan di tingkat dunia atau Asia seperti di ajang Piala Asia, di tingkat Asean saja belum menjadi juara di ajang Piala AFF bagi kesebelasan senior maupun di ajang Sea Games bagi Kesebelasan Nasional U23.

Kompetisi dalam negeri yang diharapkan memberikan kontribusi besar untuk menghasilkan Pemain handal guna membentuk Kesebelasan Nasional tangguh yang bisa berprestasi di arena pertandingan internasional masih jauh dari kenyataannya.

Kalau Kesebelasan Nasional kita belum berprestasi di arena pertandingan internasional tentu ada yang belum pas dengan sistim pembinaan sepakbola kita, jadi harus dicari tahu apa penyebab sebenarnya dan harus pula selalu berusaha tanpa henti mencari solusinya, serta segera memperbaikinya disetiap ada kesempatan.

Solusi itu harus cepat ditemukan, salah satunya yang penting adalah “kembali ke basis pembinaan dasar sepakbola,” dengan membuat program terpadu yang berbasis pembinaan bagi Pemain kelompok usia, dengan standarisasi Program Latihan yang diperuntukan bagi Pemain usia dini (grassroots), dilanjutkan ke Program Latihan Pemain usia muda (youth), sampai akhirnya bermuara pada Program Latihan bagi Pemain Senior.

Program Latihan secara nasional yan berbasis pembinaan dasar ini perlu dibuat secara sistimatis, simultan, terpadu, piramida, berjenjang, berkelanjutan dengan standar tinggi dengan sentuhan sains sport. Standar Program Latihan dibuat sesuai kondisi di Indonesia, meliputi perekrutan dan pembinaan intensif secara berjenjang. Mulai dari kelompok usia terendah sampai dengan yang berusia senior, juga bertingkat mulai dari tingkat Pengcab, Pengprov atau SSB/Akademi Sepakbola, Perkumpulan Sepakbola, Klub Amatir dan Klub Profesional sampai ke tingkat nasional. Kemudian juga proses pembinaan berjenjang ini bisa pula melalui wadah Diklat atau semacamnya bagi Pemain pilihan yang dibina secara intensif dengan diberlakukan secara promosi dan degradasi bagi pemain yang mengikuti Program Latihan..

Untuk memelihara kelangsungan model pembinaan yang berkesinambungan ini agar tidak berubah-rubah disetiap kali adanya pergantian Pengurus, Pengurus PSSI harus kembali ke Pola Pembinaan Sepakbola Nasional (PPSN) dan Pola Pembinaan Persepakbolaan Indonesia (P3I) yang pernah ditetapkan sebagai panduan didalam membina pesepakbolaan di negeri kita. Dengan demikian bisa kembali diwujudkan “Ciri Khas Permainan Sepakbola Indonesia,” berikut “Petunjuk Pelaksanaan Pola Pembinaan Ciri Khas Sistim Permainan Sepakbola Indonesia,” untuk dikaji kembali, dimutahirkan kembali dan dikembangkan menjadi sebuah “Pola Pembinaan Sepakbola Indonesia Baru, yang wajib dianut semua pihak yang membina atau pelaku sepakbola di tanah air.

Agar dalam pelaksanaanya dapat dilakukan sesuai Pola Pembinaan yang telah ditetapkan sebelumnya dan konsisten menerapkannya, maka haris dilaksanakan dengan berbasiskan sistim “data base” melalui jaringan IT on line yang terhubung keseluruh wilayah NKRI, paling tidak keseluruh Pengprov dan Klub Profesional atau idealnya bisa terhubungkan ke sebanyak mungkin ke Pengcab dan Klub Amatir.

Dan satu lagi, PSSI harus memiliki seoran Direktur Teknik untuk menjalankan Pola Pembinaan Sepakbola Nasional yang sistemik dan terpadu, dimana disetiap provinsi memiliki atau dibantu oleh seorang atau lebih Pemandu Bakat yang memiliki Lisensi A,  bertagus memantau dan menjaring Pemain berbakat di daerahnya masing-masing yang bekerja dibawah arahan Direktur Teknik.Selain itu semua Pelatih Kesebelasan disetiap jenjang harus pula bekerja dibawah koordinasi Direktur Teknik.

Direktur Teknik ini diangkat sebelum Pengurus PSSI menetapkan Pelatih Kesebelasan Nasional disetiap jenjang, baru setelah itu Direktur Teknik mengusulkan nama-nama para Pelatih yang akan berkerja dibawah koordinasinya. Dengan memiliki seorang Direktur Teknik maka Pola Pembinaan Sepakbola Nasional yang telah ditetapkan akan menjadi acuan semua Pelatih Kesebelasan Nasional disetiap jenjang, sehingga arah pembinaan sepakbola dinegeri kita bisa lebih jelas dan terkoordinir dengan baik serta berjalan dengan benar sesuai dengan tujuan yang diinginkan sebelumnya.

1-3-2010 (M. Achwani).

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

blogmainbola.wordpress.com hadir untuk menyemarakan pembahasan mengenai sepakbola di blog, dengan tujuan untuk ikut membantu mengembangkan dan memajukan sepakbola Indonesia, terutama didalam mengembangkan pengetahuan tentang KOMPETISI, TURNAMEN dan FESTIVAL SEPAKBOLA.